Home » Informasi » Berita

Berita

Apresiasi atas kinerja Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Prov. Jabar

14 Mei 201268Penulis : pikiran rakyat

BANDUNG, (PRLM).- Panitia Khusus Laporan Keuangan Pertanggungjawaban (LKPj) Pemprov. Jabar Tahun Anggaran 2011, menemukan masih banyak permasalahan dalam realisasi program pembangunannya. Pansus memberi sejumlah catatan khusus di b idang pemerintahan, ekonomi, keuangan, pembangunan, kesejahteraan rakyat,

Untuk bidang pemerintahan, Pansus LKPJ mengkritisi tentang kebijakan, program dan kegiatan Pemprov. Jabar, yang belum tersosialisasi merata di masyarakat. Pansus juga menyoroti kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov. Jabar yang belum maksimal.

"Produktifitasnya tidak sebanding dengan Tunjangan Perbaikan Penghasilan yang diberikan. Harusnya, dengan TPP yang tertinggi di Indonesia, produktifitasnya meningkat. Namun nyatanya, kedisiplinan dan kinerja PNS Pemprov. Jabar, belum maksimal dan belum sesuai dengan standar pelayanan prima," kata Ketua Pansus LKPJ TA 2011, Awing Asmawi, Minggu (13/5/12).

Kinerja Biro Pengelolaan Barang Daerah menjadi sasaran tembak lainnya. Pansus menilai, biro tersebut belum optimal dalam menangani barang milik daerah khususnya aset tanah dan bangunan.

"Masih ada aset-aset pemerintah yang belum dikelola, yang bermasalah dengan hukum, dan belum memberi kontribusi ekonomi kepada pendapatan daerah. Koordinasi dengan OPD pengguna aset pun lemah. Ini menyebabkan ketidakjelasan status aset," kata Ketua Pansus LKPJ TA 2011, Awing Asmawi, Minggu (13/5/12).

Namun Pansus memberi apresiasi atas kinerja Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Prov. Jabar yang sudah meningkat. "Hanya tantangannya tetap ada. Di BPPT, kami menemukan tentang adanya dinas teknis yang belum terintegrasi serta SDM yang berkompeten masih terbatas," katanya.

Dalam bidang ekonomi, Pansus juga memberi sejumlah catatan. Salah satunya soal indeks daya beli yang dirilis Badan Pusat Statistik Jabar. Data itu menunjukkan, kemampuan masyarakat untuk mengakses ekonomi di tahun 2011, meningkat 1 poin dibanding tahun 2010, menjadi 63,57 poin. "Tapi angka itu belum berkorelasi positif dengan daya beli masyarakat," kata anggota Pansus yang juga Ketua Komisi B DPRD Jabar, Selly Gantina.

Selly menjelaskan, dari distribusi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Prov. Jabar tahun 2011, sektor primer (pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan) hanya menyentuh angka 0,63 persen. Itu lebih kecil dari tahun 2010 (12,61 persen) dan tahun 2009 (12,25 persen).

Untuk sektor sekunder pun, terjadi penurunan khususnya di bidang industri pengolahan. Di tahun 2010, angkanya ialah 37,73 persen dan turun menjadi 37,16 persen di tahun 2011. Justru yang melonjak, kata Selly, ialah di sektor tersier yaitu naik 1,18 persen.

"Artinya, peningkatan satu poin indeks daya beli justru disumbangkan dari sektor ekonomi rakyat. Mulai dari bidang perdagangan, hotel dan restoran, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, sewa dan jasa perusahaan, serta jasa lainnya. Investor sektor swasta justru tidak secara masif melibatkan masyarakat secara keseluruhan," ucap Selly.

Dia menambahkan, berdasarkan data common goals di sektor perekonomia, sesuai yang disampaikan dalam LKPj Gubernur tahun 2011, belum sepenuhnya menunjukkan kegiatan yang fokus. "Seperti menciptakan Jabar sebagai sentra produksi benih dan bibit nasional, strategi pencapaian 13 juta ton gabah kering giling, swasembada protein hewani di tahun 2013, ataupun meningkatkan dukungan infrastruktur di sentra produksi pangan," ucapnya.

Hal lainnya yang tidak fokus ialah strategi pengembangan skema pembiayaan alternatif, menciptakan Jabar sebagai daerah tujuan investasi, strategi pengembangan agribisnis, forest bisnis, hingga marine bisnis. " Termasuk tidak fokus juga dalam agroindustri manufaktur, peningkatan budaya masyarakat bekerja, perluasan lapangan kerja, kesempatan berusaha UMKM, pengembangan destinasi wisata di ekowisata, wisata budaya dan heritage serta wisata iptek dalam rangka restinasi Jawa Bali," ujarnya. (A-128/A-108)***

Dibaca : 2579 kali | Sumber : pikiran rakyat | File :

Share |
Berita Lainnya
‹ First  < 16 17 18 19 20 >  Last ›